<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Welcome Into My Life</title>
	<atom:link href="http://soulpress.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soulpress.wordpress.com</link>
	<description>SoulPress&#039;s Rhythm in Harmony</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2009 11:40:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='soulpress.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Welcome Into My Life</title>
		<link>http://soulpress.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://soulpress.wordpress.com/osd.xml" title="Welcome Into My Life" />
	<atom:link rel='hub' href='http://soulpress.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Diagram Kopi ala Cafe</title>
		<link>http://soulpress.wordpress.com/2009/09/01/diagram-kopi-ala-cafe/</link>
		<comments>http://soulpress.wordpress.com/2009/09/01/diagram-kopi-ala-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 11:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulpress</dc:creator>
				<category><![CDATA[Great Infos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulpress.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai penggemar kopi ne&#8230;apalagi yang hobi nongkrong di cafe minum kopi, ada diagram komposisi kopi ne.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=105&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai penggemar kopi ne&#8230;apalagi yang hobi nongkrong di cafe minum kopi, ada diagram komposisi kopi ne.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-107" title="18coffeeguide" src="http://soulpress.files.wordpress.com/2009/09/18coffeeguide1.png?w=497&#038;h=484" alt="18coffeeguide" width="497" height="484" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulpress.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulpress.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulpress.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulpress.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soulpress.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soulpress.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soulpress.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soulpress.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulpress.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulpress.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulpress.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulpress.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulpress.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulpress.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=105&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulpress.wordpress.com/2009/09/01/diagram-kopi-ala-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9cc09f149e6e4257e4d32849cbfab72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulpress</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soulpress.files.wordpress.com/2009/09/18coffeeguide1.png" medium="image">
			<media:title type="html">18coffeeguide</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Kalimat Ampuh Untuk Hentikan Pertengkaran Dengan Pasangan Anda</title>
		<link>http://soulpress.wordpress.com/2009/09/01/9-kalimat-ampuh-untuk-hentikan-pertengkaran-dengan-pasangan-anda/</link>
		<comments>http://soulpress.wordpress.com/2009/09/01/9-kalimat-ampuh-untuk-hentikan-pertengkaran-dengan-pasangan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 11:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulpress</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring & Motivational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulpress.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Bertengkar adalah hal biasa dalam suatu hubungan. Namun, meskipun hal ini sering terjadi, dan kita tentunya sudah sering waspada mengenai kemungkinan terjadinya perdebatan dengan pasangan, selalu saja kita melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Selalu saja kita menyalahkan, menganggap orang lain yang bersalah. Jika pun kita yang menjadi sumber masalah, kita mencari pembenaran-pembenaran atau memberikan alasan-alasan mengapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=101&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- / icon and title --> <!-- message -->Bertengkar adalah hal biasa dalam suatu hubungan. Namun, meskipun hal ini sering terjadi, dan kita tentunya sudah sering waspada mengenai kemungkinan terjadinya perdebatan dengan pasangan, selalu saja kita melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Selalu saja kita menyalahkan, menganggap orang lain yang bersalah. Jika pun kita yang menjadi sumber masalah, kita mencari pembenaran-pembenaran atau memberikan alasan-alasan mengapa kita melakukannya.</p>
<p><span id="more-101"></span>Bila situasi yang panas ini dibiarkan berlarut-larut, hubungan Anda dan si dia tentu akan terancam karena satu sama lain tidak mau mengalah. Karena itu, lebih baik Anda selalu mengingat apa yang harus dikatakan pada pasangan bila sedang menghadapi pertengkaran. Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project, mengumpulkan 23 kalimat yang dapat membantu agar Anda dapat membahas masalah tanpa membuat &#8220;panas&#8221; si dia. Berikut adalah 9 di antaranya.<br />
<strong><br />
<span style="font-size:medium;"><span style="color:black;"><strong>&#8220;Aku cuma mau ngeluarin uneg-uneg. Kamu enggak harus mencari jalan keluarnya.&#8221; </strong></span></span></strong><br />
Kalimat ini merupakan cara yang baik, tanpa bersifat mengkonfrontasi, untuk menyampaikan bahwa Anda hanya ingin si dia mendengarkan pernyataan Anda, dan bukannya pendapat yang bertentangan.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="color:black;"><strong>&#8220;Tolong pahami pendapatku.&#8221; </strong></span></span><br />
Salah satu hal yang Anda lupakan saat terjadi argumentasi adalah empati. Semakin terjadi perbedaan pendapat, semakin sempit cara Anda berdua berpikir. Sebaiknya Anda katakan kalimat ini sebelum memulai percakapan, untuk memastikan bahwa Anda berdua melontarkan masalah dengan tetap mempedulikan perasaan masing-masing.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="color:black;"><strong>&#8220;Ini penting buat aku. Tolong dengarkan.&#8221; </strong></span></span><br />
Saat merasa kesal dan membahas suatu masalah, kita cenderung untuk tidak mendengarkan apa yang disampaikan pasangan. Sebaliknya, Anda akan sibuk berpikir mengenai apa yang harus dikatakan untuk membalas ucapan pasangan yang tidak berkenan. Tunggulah hingga beberapa detik sebelum menyampaikan poin-poin paling penting pada pasangan.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="color:black;"><strong>&#8220;Aku juga salah.&#8221; </strong></span></span><br />
Bila terjadi masalah, memang paling mudah menyalahkan pasangan sebagai pihak yang menciptakan masalah tersebut. Tentu saja, Anda akan menganggap hal ini merupakan suatu justifikasi, namun tak seorang pun senang bila disudutkan. Akui apa andil Anda dalam terjadinya suatu masalah, tak peduli betapa pun kecilnya.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="color:black;"><strong>&#8220;Ayolah, kita sudah keluar dari masalahnya.&#8221;</strong></span></span><br />
Anda tahu apa yang terjadi bila hal ini terucap? Anda begitu sibuk menyalahkan, dan mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu, sehingga apa yang Anda perdebatkan sudah melebar ke masalah lain. Gunakan kalimat ini untuk mengarahkan kembali percakapan ke masalah utama yang ingin diselesaikan.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="color:black;"><strong>&#8220;Apa sih yang kita ributkan?&#8221; </strong></span></span><br />
Masalah kecil bisa berubah menjadi masalah besar, terutama jika hal itu sering terjadi dan berkisar pada masalah yang itu-itu saja. Daripada mempermasalahkan hal-hal kecil tersebut dan membuatnya mengambang tanpa solusi terus-menerus, lebih baik komunikasikan dengan pasangan apa yang sebenarnya mengganggu Anda berdua. Bila sudah menemukan apa sumber masalahnya, hal ini bisa diikuti dengan pernyataan:</p>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="color:black;"><strong>&#8220;Ini bukan hanya masalah kamu, tetapi masalah kita berdua.&#8221; </strong></span></span><br />
Pernyataan ini bisa mengubah dinamika pertengkaran dari Anda dan dia, menjadi bagaimana Anda dan dia berusaha mengatasi masalah tersebut.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="color:black;"><strong>&#8220;Ya sudah, kita berpikir dulu lah.&#8221; </strong></span></span><br />
Saat sedang emosi, kita akan cenderung mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Jika Anda merasakan dorongan untuk mengatakan sesuatu untuk membalas sakit hati Anda, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah berhenti berbicara. Beri waktu bagi Anda berdua untuk berpisah, menenangkan diri dan saling berpikir. Bila mungkin, tunda satu atau dua hari untuk bertemu lagi. Dengan demikian Anda memberi kesempatan amarah untuk mereda lebih dulu.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="color:black;"><strong>&#8220;Aku sayang sama kamu.&#8221;</strong></span></span><br />
Tak ada sesuatu pun yang sanggup meluluhkan hati seseorang yang sedang dilanda amarah, kecuali menyampaikan perasaan Anda yang paling dalam kepadanya. Anda akan segera menyadari, bahwa dirinya sangat berarti untuk Anda, dan Anda tak ingin kehilangan dia hanya karena memuaskan rasa kesal yang tak ada habisnya.</p>
<p>sumber : http://www.iseng-iseng.com/index.php/topic,5868.0.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulpress.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulpress.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulpress.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulpress.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soulpress.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soulpress.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soulpress.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soulpress.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulpress.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulpress.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulpress.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulpress.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulpress.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulpress.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=101&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulpress.wordpress.com/2009/09/01/9-kalimat-ampuh-untuk-hentikan-pertengkaran-dengan-pasangan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9cc09f149e6e4257e4d32849cbfab72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulpress</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kegilaan&#8230;Sangat Inspiratif</title>
		<link>http://soulpress.wordpress.com/2009/09/01/kegilaan-sangat-inspiratif/</link>
		<comments>http://soulpress.wordpress.com/2009/09/01/kegilaan-sangat-inspiratif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 03:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulpress</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring & Motivational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulpress.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 27 Agustus 2009 &#124; 07:55 WIB oleh Wartawan Kompas Ingki Rinaldi kompas.com — Semuanya berawal pada 8 Desember 2001. Ketika itu, Tune Air, mengakuisisi AirAsia dari DRB-Hicom seharga satu ringgit Malaysia saja. Jumlah uang yang kira-kira setara dengan Rp 2.500 itu berarti dua pesawat Boeing 737 seri 300, warisan utang sekitar Rp 100 miliar, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=97&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 27 Agustus 2009 | 07:55 WIB<br />
oleh Wartawan Kompas Ingki Rinaldi</p>
<p>kompas.com — Semuanya berawal pada 8 Desember 2001. Ketika itu, Tune Air, mengakuisisi AirAsia dari DRB-Hicom seharga satu ringgit Malaysia saja.</p>
<p>Jumlah uang yang kira-kira setara dengan Rp 2.500 itu berarti dua pesawat Boeing 737 seri 300, warisan utang sekitar Rp 100 miliar, dan rute penerbangan yang sedikit.</p>
<p><span id="more-97"></span>Adalah Tony Fernandes, mantan Wakil Presiden Time Warner Music Southeast Asia, yang ada di balik proyek itu. Tony memutuskan ganti haluan karier setelah kepincut kesuksesan bisnis penerbangan minin biaya easyJet yang berbasis di London, Inggris.</p>
<p>Hanya diperlukan waktu tujuh bulan bagi Tony demi mengubah warisan utang beratus miliar tadi menjadi sebuah bisnis maskapai penerbangan berbiaya rendah paling menjanjikan di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>Dalam buku The AirAsia Story yang ditulis Sen Ze dan Jayne Ng, ahli strategi bisnis dan jurnalis, ada satu kata yang membuat Tony terus mengangkasa. Kegilaan.</p>
<p>Nyaris tak ada orang percaya Tony akan berhasil dengan metode radikalnya yang kerap disebut sebagai gila. Jauh di luar kebiasaan atau kewajaran.</p>
<p>Tujuh bulan, hanya tujuh bulan yang semuanya dirangkum dalam sembilan alasan utama yang muaranya ada pada detail teknis soal menafsirkan satu kata tadi. Kegilaan.</p>
<p>Pertama, Tony sadar perjalanan adalah industri yang sangat besar. Ia juga paham orang bakalan selalu terbang.</p>
<p>Ketiga, Asia adalah lapangan bermain sangat besar karena ia benua paling luas yang tentu berarti pula pasar yang sangat menjanjikan. Keempat adalah AirAsia bisa bertahan sebagai model bisnis mapan yang keberhasilannya di Eropa dan Amerika sudah terbukti.</p>
<p>Kelima, disebutkan bahwa armada biaya rendah menjaga biaya tetap rendah sampai pada tingkat minimum. Ini di antaranya dicapai dengan peniadaan makanan bagi penumpang, terbang ke tujuan yang paling lama 3,5 jam perjalanan sehingga menihilkan akomodasi bagi awak pesawat, mencari bandara dengan biaya termurah, penjualan tiket tanpa kertas, dan aneka strategi lain.</p>
<p>Keenam, AirAsia membeli bahan bakar dengan membayarnya di muka demi menghindari kenaikan harga minyak. Ketujuh, adalah model bisnis yang menguntungkan dengan harga tiket relatif murah yang menjanjikan 60 pesawat bakal beroperasi pada 2011.</p>
<p>Kedelapan, dengan harga tiket yang relatif rendah itu, nyaris semua orang yang sebelumnya tidak mungkin bisa terbang kini bisa mengangkasa dengan pesawat.</p>
<p>Kesembilan, media. Inilah kunci utama yang menjelaskan mengapa AirAsia meroket dalam waktu relatif singkat.</p>
<p>Media suka dan jatuh cinta pada kisah, cerita, fakta, hikayat, bahkan mungkin legenda AirAsia.</p>
<p>Alasan terakhir inilah yang mengangkat pamor Tony, dan tentu saja AirAsia jauh melebihi anggaran pengeluaran mereka buat beriklan.</p>
<p>Tony yang juga mantan orang media, ingat ia bekas eksekutif perusahaan rekaman multinasional, paham betul bagaimana memanfaatkan kekuatan media. Segala isu tentang AirAsia dan Tony ditelan media, kadang mungkin tanpa dikunyah, dengan lahapnya.</p>
<p>Sebut saja perseteruan dengan Malaysia Airlines, maskapai penerbangan berlayanan penuh yang merasa tersaingi. Atau perjuangan mendapatkan hak mendarat di bandara-bandara berbiaya murah hingga menembus ketat dan kakunya birokrasi Pemerintah Singapura buat beroleh hak mendarat di negeri itu.</p>
<p>Unsur kesembilan ini demikian pentingnya, karena nyaris semua isu tadi memang penting. Mereka sangat bernilai dan jadi seksi karena semuanya dikaitkan dengan jargon AirAsia soal “sekarang semua orang bisa terbang” (Now Everyone Can Fly) itu.</p>
<p>Nah, jika itu sudah terkait dengan kepentingan “semua orang,” maka kepentingan siapa lagi yang belum terwakili. Jika sudah begini, media jelas tak bisa tidak selain meliput, mempublikasikan, menayangkan, dan menyiarkannya.</p>
<p>Sekarang mari kita beralih pada kasus Tari Pendet. Soal yang sesungguhnya ialah kelanjutan dari Reog Ponorogo, angklung, batik, rasa sayange, dan lain-lain yang saking banyaknya saya sampai agak lupa.</p>
<p>Soal-soal tadi merupakan kepentingan semua orang di negeri ini. Hal yang kemudian memancing respon dan pemberitaan di nyaris semua media.</p>
<p>Bukankah ini bukti, betapa isu-isu seksi tadi telah bergaung berkali-kali ketimbang iklan resminya. Sebuah cara promosi yang efektif sekali.</p>
<p>Tapi bukankah itu sangat beresiko, karena Malaysia (terutama pemerintahnya) toh paham bahwa akar budaya dari rupa-rupa produk budaya yang mereka klaim berasal dari Indonesia. Namun lihatlah betapa ini mirip dengan strategi AirAsia ketika mengiklankan harga tiket yang hanya puluhan ribu rupiah untuk rute Surabaya-Jakarta misalnya.</p>
<p>Apakah AirAsia tidak takut diserbu calon penumpang yang mengamuk misalnya, karena harga tiket murah meriah begitu hanya tersedia sedikit saja.</p>
<p>Satu-satunya alasan AirAsia beriklan demikian ialah supaya citranya sebagai maskapai penerbangan berbiaya murah tetap terjaga. Hanya ada beberapa kursi saja yang nyatanya dijual dengan harga puluhan ribu rupiah itu, karena memang dalam setiap kali penerbangan tidak semua kursi terisi penuh.</p>
<p>Nah, dengan mengiklankan kursi yang diproyeksikan kosong tadi dengan harga hanya puluhan ribu rupiah saja, setidaknya ada dua keuntungan mengintai.</p>
<p>Pertama, jika kursi itu laku maka akan memberi kesan penerbangan itu terpercaya karena tak ada kursi tersisa. Kedua, bahka jika gagalpun, keuntungan citra sebagai maskapai penerbangan yang mampu menjual harga tiket lebih murah daripada ongkos naik Bajaj jurusan Pasar Cikini-Blok M di Jakarta sudah terpatri berkat publikasi media.</p>
<p>Gaya begini mirip dengan kasus Tari Pendet dan lainnya. Malaysia bisa jadi sudah memproyeksikan bahwa pada ujungnya toh produk-produk budaya tadi bakal tetap jadi milik Indonesia.</p>
<p>Jadi itu seperti perjudian bagi Malaysia. Diperoleh syukur, tidak dapat ya bukan soal juga.</p>
<p>Paling penting adalah citra dari iklan yang kemudian memantik publikasi serta kesan yang makin menguat bisa didapatkan. Dengan jargon Malaysia Asia sebenar-benarnya (Malaysia Truly Asia) maka siapa lagi yang merasa lebih Asia ketimbang mereka.</p>
<p>Apakah Malaysia tidak takut diserbu Indonesia yang warganya gondok luar biasa. Ya, seperti cerita tiket AirAsia, kekhawatiran itu tak pernah terbukti kan.</p>
<p>Lalu apa pelajaran yang bisa kita petik.</p>
<p>Barusan saya menonton siaran televisi. Dalam siaran itu Pemerintah Indonesia mengaku pernah protes keras sambil marah kepada Pemerintah Malaysia soal iklan-iklan pariwisata mereka yang provokatif.</p>
<p>Jawaban Pemerintah Malaysia lucu sekaligus jitu. Kata mereka, iklan-iklan itu dibuat rekanan swasta dan bukan oleh pemerintah.</p>
<p>Ini seperti taktik mengelak sekaligus menyindir birokrasi pemerintahan kita. Mereka seperti ingin berkata, berubahlah jadi efisien dan efektif atau serahkan pekerjaan itu pada profesional yang mampu.</p>
<p>Atau lebih jauh lagi, kira-kira ada tidak sih kaum profesional kita yang mampu membuat kemasan iklan pariwisata lebih dahsyat ketimbang yang mereka punya. Jika jawabnya ada, maka akan ada banyak sekali tantangan dan hambatan sekaligus peluang serta kesempatan menanti.</p>
<p>Nah, untuk ini memang perlu direspon dengan tanggung jawab kita semua.</p>
<p>Karena ini menyangkut pula kepedulian kita semua pada aset-aset budaya yang dipunya. Jangan belum-belum sudah main rusak sana-sini aneka peninggalan sejarah yang bahkan membuat dunia terbelalak karenanya.</p>
<p>Perusakan peninggalan struktur bangunan zaman Majapahit pada proyek pembangunan Pusat Informasi Majapahit di kawasan Situs Trowulan adalah salah satu contoh yang tentu masih segar dalam ingatan.</p>
<p>Pada kasus iklan-iklan pariwisata Malaysia yang mirip kisah AirAsia, kita seperti ditantang buat membalas dengan cara yang dua atau tiga kali lebih kreatif. Seperti AirAsia, hasilnya mesti dahsyat dan cepat.</p>
<p>Jadi apakah kita butuh orang-orang seperti Tony Fernandes (belakangan ditambahi gelar Datuk di depan namanya). Belum tentu juga, karena yang kita butuhkan hanya satu kata. &#8220;Kegilaan.&#8221;</p>
<p>Sumber: Kompasiana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulpress.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulpress.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulpress.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulpress.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soulpress.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soulpress.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soulpress.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soulpress.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulpress.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulpress.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulpress.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulpress.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulpress.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulpress.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=97&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulpress.wordpress.com/2009/09/01/kegilaan-sangat-inspiratif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9cc09f149e6e4257e4d32849cbfab72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulpress</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Pertanyaan Sifat &amp; Karakter Interview Kerja</title>
		<link>http://soulpress.wordpress.com/2009/08/25/9-pertanyaan-sifat-karakter-interview-kerja/</link>
		<comments>http://soulpress.wordpress.com/2009/08/25/9-pertanyaan-sifat-karakter-interview-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulpress</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring & Motivational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulpress.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan tentang karakter dan sifat bisa jadi merupakan yang paling subyektif dari semua jenis pertanyaan yg ada. Gawatnya, hal ini kadang bisa terpengaruh banget oleh mood (dan siklus hormonal juga). Dan menariknya, mood dan kondisi produktif kita juga bisa dipengaruhi oleh waktu. Maksudnya, Anda ngerasa ngga klo Anda merasa paling produktif pada waktu2 tertentu dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=92&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan tentang karakter dan sifat bisa jadi merupakan yang paling subyektif dari semua jenis pertanyaan yg ada. Gawatnya, hal ini kadang bisa terpengaruh banget oleh mood (dan siklus hormonal juga). Dan menariknya, mood dan kondisi produktif kita juga bisa dipengaruhi oleh waktu. Maksudnya, Anda ngerasa ngga klo Anda merasa paling produktif pada waktu2 tertentu dalam satu hari, atau waktu2 tertentu dalam satu minggunya. Bagi banyak orang, hari senin adalah hari yg kurang mbikin semangat. Entah karena kecapekan akibat lelah beristirahat pada sabtu minggunya atau benar2 karena males.</p>
<p><span id="more-92"></span> Pertanyaan karakter pada tes-wawancara-kerja.</p>
<p>Apapun deh, menghadapi pertanyaan tentang karakter dan sifat tidaklah menjadi begitu mudahnya mentang2 kita sudah tau banyak tentang teori kepribadian plus.</p>
<p>Baik, mari kita mulai:</p>
<p><strong>1. Menurut Anda sendiri… apakah Anda ini pintar?</strong><br />
(ingat, ada beda antara rendah hati dan rendah diri. Dan ini bukanlah waktu untuk menjadi sempurna pada keduanya.)</p>
<p>Iya. Dalam artian bahwa kepintaran di sini bukan sekedar diukur dari hasil tes IQ. Saya pikir kepintaran seseorang akan benar2 tampak ketika seseorang menghadapi beragam situasi dan berinteraksi dengan banyak orang. Dan dari aspek itulah saya merasa miliki keunggulan. Saya memiliki rasa percaya diri yg besar pada kemampuan saya untuk bekerja dengan orang lain, menyelesaikan permasalahan bisnis, dan juga membuat keputusan yg terkait urusan kerja. Tentu saja masih ada banyak hal yang saya belum tahu, tapi saya optimis bahwa saya bisa mempelajarinya. Sehingga saya lalu juga mengartikan kepintaran sebagai kemampuan yg baik untuk mengajukan pertanyaan pintar, mendengarkan dengan seksama, dan menyadari tak ada orang yg tahu tentang segalanya.</p>
<p><strong>2. Apakah Anda merasa bosan bila harus melakukan pekerjaan yg sama berulang-ulang?</strong><br />
Tidak juga. Bila pekerjaan itu memang sudah menjadi tugas saya, maka saya tidak akan merasa bosan karena itu memang tanggung jawab saya untuk merampungkannya dengan kemampuan terbaik. Menurut saya, pekerjaan itu tidaklah harus punya sifat menghibur, yang penting saya telah meyakini bahwa itu adalah harga yg harus dibayar untuk meraih kesuksesan yg lebih tinggi.</p>
<p>Saya berpendapat bahwa bila ada seseorang yang mudah bosan dengan repetisi, maka dia bisa jadi akan mengalami masalah yg cukup serius nantinya. Karena terkadang kita harus mengesampingkan kesukaan kita dan berfokus pada melakukan apa2 yang memang harus dilakukan – meskipun itu bukanlah suatu hal yg baru.</p>
<p>Saya pikir sampai saat ini saya sudah terlalu sibuk untuk mengerjakan tugas saya sehingga sampai2 tidak sempat untuk merasa bosan <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>3. Anda lebih menyukai kerja dalam tim atau sendirian?</strong><br />
Bekerja dalam tim adalah salah satu elemen terpenting dalam sukses karir dan juga hidup. Sepengetahuan saya, bila seseorang tidak bisa bekerja dengan baik dalam tim, maka dia pun biasanya juga akan susah untuk bekerja dan berkomunikasi secara produktif dalam hubungan orang per orang.</p>
<p>Meskipun kerja tim amatlah penting, namun saya tetap mampu produktif dalam bekerja sendirian. Terkadang tekanannya memang terasa lebih berat, tapi saya sudah terbiasa untuk menganggapnya sebagai tantangan. Terkait manakah yg saya pilih; apakah bekerja dalam tim atau sendiri, maka itu tergantung pada manakah cara yg terbaik untuk merampungkan pekerjaan. Atas pilihan mana pun, saya masih bisa bekerja sama kerasnya dan dengan inisiatif penuh.<br />
<strong><br />
4. Apakah Anda suka bekerja dengan “benda”; apapun bentuknya?</strong><br />
(bila memang iya, apalagi pekerjaannya memang membutuhkan kompetensi teknis)</p>
<p>Ya, sedari dulu saya memang punya bakat dan kecepatan dalam mempelajari kemampuan teknis. Saya suka sekali bekerja dengan mesin dan gadget. Ketertarikan saya itu membuat saya bisa mengoperasikan banyak perangkat. Meskipun begitu saya juga punya kemampuan untuk mengkonseptualisasi sebuah penugasan dan lalu menerjemahkan konsep itu ke dalam bentuk konkrit implementasi di lapangan (baca: artinya klo Bapak ngasih saya perintah, bapak ndak perlu tahu tentang cara pengoperasian perangkat/mesin/gadget untuk memfasilitasi perintah itu. Cukup katakan saja perintahnya, ntar saya bisa kok mendayagunakan semua perangkat/mesin itu untuk memfasilitasi keinginan bapak.)<br />
<strong><br />
5. Apakah Anda suka bekerja dengan angka?</strong><br />
(bila memang iya, atau bila pekerjaannya memang membutuhkan kemampuan analitis dan matematis)</p>
<p>Tentu saja. Itu memang yang menjadi dasar untuk pekerjaan ini. Saya punya bakat yang kuat dalam mengurusi angka saya mampu menangani sisi hitung-hitungan dari bisnis. Pencatatan dan pembukuan yang akurat memang bagian manajemen yang penting dan bisa membantu dalam menunjukkan wilayah2 yang bisa dikembangkan. Dan di bagian situlah saya memiliki bakat dan kemampuan.</p>
<p><strong>6. Apakah Anda suka bekerja dengan orang?</strong><br />
(bila memang iya, atau situasi yang diharapkan memang adalah kerja tim)</p>
<p>Iya, sangat. Bila kita bermaksud untuk memenuhi target dan menindaklanjuti rencana pertumbuhan yang telah dicanangkan, maka kita memang harus mengatur dan mengkoordinasi kerja dari banyak orang. Saya percaya dengan kekuatan sinergi dalam kerja tim, di mana daya kreativitas yang muncul di sana akan lebih besar ketimbang yang bisa dimunculkan oleh orang per orang secara sendiri-sendiri.</p>
<p>(tapi bila tidak, atau bila pekerjaannya menuntut Anda untuk bisa kerja sendirian)</p>
<p>Saya selalu bisa bekerja dengan orang lain, tapi saya tak punya kesulitan untuk bekerja sendirian. Saya punya kemampuan inisiatif yang besar. Saya juga bisa membuat target-target secara mandiri, atau menjalani target yang ditugaskan dan merampungkannya.</p>
<p><strong>7. Apakah Anda betah menangani hal-hal detail?</strong><br />
Iya, saya kira begitu. Saya bersedia melakukan apa-apa yang ditugaskan kepada saya. Bila ketelitian ekstra pada detail adalah salah satu prasyarat di dalamnya, maka saya pun akan melakukannya. Saya percaya bahwa sukses dan percepatan karir adalah hasil langsung dari terlaksanya tugas dengan baik, termasuk di dalamnya adalah ketelitian pada hal-hal yang detail.</p>
<p><strong>8. Apakah Anda punya jiwa kompetitif?</strong><br />
Iya, saya punya itu. Menurut saya, sifat kompetitif itu diperlukan agar bisa sukses di lingkungan korporat. Namun dengan sifat kompetitif ini bukan berarti berkompetisi secara ganas dengan rekan kerja untuk mendapatkan pengakuan, kenaikan gaji, atau promosi. Bila saya bekerja dengan baik dan selalu memberikan upaya terbaik, saya yakin imbalannya pasti akan datang.</p>
<p>Yang penting, kompetisi terbesar adalah dengan diri saya sendiri. Maksudnya, saya selalu berusah memecahkan rekor pribadi saya sendiri – untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih cepat dari yang sudah pernah saya lakukan.<br />
<strong><br />
9. Apa yang Anda lakukan bila Anda punya cara pandang yang berbeda dengan atasan?</strong><br />
Yang jelas saya bukan seorang yes-man. Tapi meskipun begitu, saya cukup berhati-hati dengan bagaimana saya mengekspresikan pendapat. Saya tidak akan seenaknya menyatakan ketidaksepakatan saya atas pimpinan di depan banyak orang. Karena saya tahu rata-rata orang tidak suka dicela di depan umum. Selama rapat berlangsung, saya biasanya membuat mencatat dengan baik, lalu memberikannya kepada orang lain secara rahasia. Saya percaya kita bisa menunjukkan ketidaksepakatan dengan tanpa menunjukkan sikap pertentangan. Yang penting kan bukan ketidaksepakatan kita itu, namun adalah agar pendapat kita didengar dan dihargai. Dan saya tahu betul bahwa cara kita menyampaikan sesuatu akan menentukan apakah pendapat kita akan didengarkan atau tidak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulpress.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulpress.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulpress.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulpress.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soulpress.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soulpress.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soulpress.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soulpress.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulpress.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulpress.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulpress.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulpress.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulpress.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulpress.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=92&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulpress.wordpress.com/2009/08/25/9-pertanyaan-sifat-karakter-interview-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9cc09f149e6e4257e4d32849cbfab72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulpress</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Yang Menginspirasi</title>
		<link>http://soulpress.wordpress.com/2009/08/20/kisah-yang-menginspirasi/</link>
		<comments>http://soulpress.wordpress.com/2009/08/20/kisah-yang-menginspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 03:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soulpress</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring & Motivational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soulpress.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu senja dalam hidup kita mungkin di dalam benak kita akan muncul pertanyaan: &#8216;Oh mengapa semua ini terjadi pada ku?&#8221; Ada sebuah kisah hidup dari seorang yang sangat hebat menurut saya, beliau menginspirasi jutaan manusia yang membaca kisah hidupnya. Berikut ini kisahnya. Arthur Ashe, seorang petenis legendaris Wimbledon dari Amerika serikat sekarat karena penyakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=67&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu senja dalam hidup kita mungkin di dalam benak kita akan muncul pertanyaan: &#8216;Oh mengapa semua ini terjadi pada ku?&#8221;</p>
<p>Ada sebuah kisah hidup dari seorang yang sangat hebat menurut saya, beliau menginspirasi jutaan manusia yang membaca kisah hidupnya. Berikut ini kisahnya.</p>
<p>Arthur Ashe, seorang petenis legendaris Wimbledon dari Amerika serikat sekarat karena penyakit AIDS yang mana dia derita akibat terinfeksi darah yang beliau terima saat menjalani sebuah operasi jantung pada tahun 1983. Dari seluruh dunia, beliau menerima surat-surat dari penggemarnya, salah satu dari surat itu menyampaikan: &#8220;Mengapa Tuhan harus memilihmu untuk sebuah penyakit yang begitu parah?&#8221;</p>
<p><span id="more-67"></span>Untuk ini Arthur Ashe membalas: &#8220;Di seluruh dunia &#8211; 50 juta anak-anak sedang memulai bermain tenis, 5 juta belajar cara bermain tenis, 500.000 belajar tenis professional, 50.000 datang ke sirkuit, 5000 mencapai grand slam, 50 mencapai Wimbledon, 4 ke semi final, 2 ke final, ketika saya memegang sebuah piala saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan &#8220;Mengapa saya?&#8221;.</p>
<p>Dan hari ini dalam sakit Saya seharusnya tidak bertanya pada Tuhan &#8220;Mengapa saya?&#8221;</p>
<p>&#8220;<strong>Kebahagiaan</strong> menjagamu tetap <strong>Manis</strong>,<br />
<strong>Cobaan</strong> menjagamu tetap <strong>Kuat</strong>,<br />
<strong>Kesedihan</strong> menjagamu tetap <strong>Manusiawi</strong>,<br />
<strong>Kegagalan</strong> menjagamu tetap <strong>Rendah Hati</strong> &amp;<br />
<strong>Kesuksesan</strong> menjagamu tetap <strong>Bersinar</strong>,<br />
tetapi hanya <strong>Keyakinan</strong> &amp; <strong>Sikap Hidup</strong> yang menjagamu untuk tetap <strong>Maju</strong>&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Milikilah <strong>Harapan</strong> yang <strong>Besar</strong> dan <strong>Beranilah</strong> untuk sepenuhnya <strong>Maju</strong> demi semua itu, Milikilah <strong>Mimpi</strong> yang <strong>Besar</strong> dan <strong>Beranilah</strong> untuk <strong>Mewujudkan</strong> semuanya, Milikilah <strong>Pengharapan</strong> yang <strong>Luar Biasa</strong> dan <strong>Percayalah</strong> kepada semua itu &#8211; Arthur Ashe.&#8221;</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 161px"><img title="Arthur Ashe Holding Wimbledon" src="http://aloqmalai.files.wordpress.com/2009/07/geoff-arthur-ashe-and-trophy.jpg?w=151&#038;h=827&#038;h=207" alt="Arthur Ashe Holding Wimbledon" width="151" height="207" /><p class="wp-caption-text">Arthur Ashe Holding Wimbledon</p></div>
<p>Arthur Robert Ashe, Jr. (10 Juli 1943 &#8211; 6 Februari 1993) adalah seorang petenis terkenal keturunan Afrika-Amerika yang dilahirkan dan dibesarkan di Richmond, Virginia. Selama karirnya bermain tenis, beliau telah memenangkan 3 gelar Grand Slam. Ashe juga dikenang karena usaha-usahanya untuk memajukan masalah-masalah sosial.</p>
<p>Arthur, seorang pria keturunan Afrika-Amerika pertama yang memenangkan event Grand Slam, juga adalah seorang pendukung hak-hak sipil yang aktif. Beliau adalah seorang anggota dari sebuah delegasi dari 31 orang terkenal keturunan Afrika-Amerika yang mengunjungi Afrika Selatan untuk memantau perubahan politik di negara tersebut seiring dengan pendekatan integrasi rasial. Di Dunia ini, terutama penggemar tenis akan selalu mengenang beliau dan semua prestasi beliau.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soulpress.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soulpress.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soulpress.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soulpress.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soulpress.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soulpress.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soulpress.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soulpress.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soulpress.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soulpress.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soulpress.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soulpress.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soulpress.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soulpress.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soulpress.wordpress.com&amp;blog=8852169&amp;post=67&amp;subd=soulpress&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soulpress.wordpress.com/2009/08/20/kisah-yang-menginspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9cc09f149e6e4257e4d32849cbfab72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soulpress</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aloqmalai.files.wordpress.com/2009/07/geoff-arthur-ashe-and-trophy.jpg?w=604&#38;h=827" medium="image">
			<media:title type="html">Arthur Ashe Holding Wimbledon</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
